Ketahui Tips Merawat Cermin Rotan Asli

Ketahui Tips Merawat Cermin Rotan Asli – Furniture dengan material rotan hingga saat ini masih banyak diminati oleh sebagian besar masyarakat Indonesia. Struktur yang rumit dan serat-seratnya yang unik menjadi salah satu alasan mengapa furniture dengan material rotan cukup banyak diminati.

Salah satu furniture material rotan yang cukup banyak diminati adalah cermin rotan. Selain memiliki fungsi pakai, cermin rotan ini memiliki fungsi hias yang membuat tampilan ruangan terlihat lebih elegan. Umurnya yang relatif panjang membuat para pemilik cermin rotan asli bisa sedikit berhemat karena tidak terlalu sering mengganti cermin.

Baca Juga: Lounger Rotan

Karena material-nya yang khusus, cermin rotan membutuhkan perawatan yang tidak biasa. Banyaknya celah kosong yang terdapat pada rotan membuat kotoran sangat mudah menempel pada cermin rotan. Lalu bagaimana perawatan yang bisa dilakukan agar cermin rotan tetap bersih dan tahan lama? Simak ulasan berikut ini.

Bersihkan Cermin dengan Pembersih Kaca

Proses pembersihan ini bisa Anda lakukan pada cermin kacanya, bukan pada bingkai cermin yang bermaterial rotan. Cermin tentu sangat mungkin untuk dibersihkan dengan menggunakan alat pembersih kaca yang umum digunakan. Jika tidak memiliki pembersih kaca, Anda bisa menggunakan lap bersih yang sudah dibasahi.

Gunakan Sikat Halus

Cara perawatan cermin rotan asli yang selanjutnya adalah dengan membersihkannya menggunakan sikat halus. Dengan menggunakan sikat halus Anda bisa membersihkan kotoran yang menumpuk pada rotan. Sikat dengan bulu yang halus biasanya dimiliki oleh sikat yang berukuran kecil. Perlu diingat, saat membersihkan rotan dengan menggunakan sikat halus, Anda dituntut untuk selalu berhati-hati agar permukaan rotan tidak tergores.

Bersihkan dengan Penyedot Debu

Membersihkan bagian bingkai cermin rotan dengan menggunakan penyedot debu bisa Anda lakukan sebelum bingkai tersebut dicuci. Cara ini terbilang cukup efektif untuk membersihkan debu yang terdapat pada celah-celah rotan.

Anda bisa menggunakan penyedot debu dengan ujung bulu yang panjang. Sela membersihkan permukaan bingkai cermin rotan asli dengan penyedot debu, Anda harus tetap berhati-hati agar tidak menekan permukaannya terlalu keras.

Bersihkan dengan Menggunakan Deterjen

Cara ini bisa Anda lakukan jika Anda merasa rotan tidak terlihat bersih setelah dibersihkan dengan menggunakan penyedot. Deterjen sebenarnya sering digunakan untuk membersihkan berbagai furnitur yang terbuat dari rotan sintetis. Namun, jika Anda merasa tidak bisa membersihkan bingkai cermin rotan Anda secara sempurna, Anda bisa menggunakan deterjen untuk membersihkannya.

Cara yang bisa Anda lakukan untuk membersihkan bingkai cermin rotan dengan menggunakan deterjen ini adalah dengan menuangkan deterjen pakaian pada kain lap basah. Siram lap tersebut fengan sedikit air agar bisa deterjen hilang, kemudian bersihkan bingkai cermin rotan dengan lap basah tersebut.

Rapikan dengan Menggunakan Gunting

Tips merawat cermin rotan asli yang selanjutnya adalah dengan merapikan serabut rotan dengan menggunakan gunting. Perlu diketahui, serabut rotan akan muncul dengan sendirinya saat usia cermin rotan Anda sudah cukup lama. Serabut tersebut terkadang membuat Anda merasa tidak nyaman saat menggunakan cermin rotan. Karena hal tersebut, membersihkan serabut rotan pada bingkai cermin menjadi cara yang paling efektif.

Lakukan Re-finishing

Seperti yang diketahui, warna alami dari bingkai cermin rotan adalah coklat. Untuk membuat cermin rotan tahan lama, Anda bisa melakukan re-finishing dengan menggunakan melamik atau wax. Cara ini terbukti sangat efektif untuk dilakukan pada bingkai cermin rotan yang warnanya sudah memudar. Cara ini penting dilakukan bagi Anda yang memiliki furniture jepara dan mebel Jepara. Itulah beberapa tips yang bisa Anda lakukan untuk merawat cermin rotan asli. Dapat disimpulkan bahwa furnitur dengan material rotan hanya membutuhkan perawatan berupa pembersihan rotannya secara teratur. Karena itu, lakukan pembersihan cermin rotan Anda secara rutin, namun tidak berlebihan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *