Mengejar sunset ke pantai maluk sumbawa

suatu kota kecamatan di Kabupaten Sumbawa Barat yang jadi opsi aku menginap malam awal di pulau yang terletak di seberang Lombok ini. Dari Pelabuhan Kayangan Sumbawa Barat dicapai dalam 2 jam.

Rindu hendak memandang sunset menawan di pinggir tepi laut? Main ke Pulau Sumbawa, ayo! Di situ tersebar banyak sekali tepi laut eksotis dengan panorama alam sunset yang mempesona, salah satunya Tepi laut Maluk.

Secara posisi, Tepi laut Maluk lumayan tersembunyi, lho. Terletak di Kecamatan Jereweh, Kabupaten Sumbawa Barat, Tepi laut Maluk wajib ditempuh dengan menumpang boat melintasi Selatan sepanjang 2 jam!

Tetapi, rasa lelah bakal terbayar lunas cocok hingga di tepian tepi laut. Kalian bakal disambut dengan hamparan pasir putih yang menawan, berbaur dengan buir air laut yang menerpa pesisir Tepi laut Maluk.

Jangan kembali saat sebelum matahari tenggelam. Sebab, nuansa romantis bakal timbul jelang sore hari. Di mana, Pancaran sinar kuning keemasan dari matahari terpantul sempurna di laut. Langit dikala itu bersih dari awan yang membuat detik- detik matahari menghilang di horizon jadi lebih dramatis.

Semburat corak jingga yang berpadu dengan ungu memanjakan mata. Sempurna buat dinikmati sembari duduk beralaskan pasir putih yang lembut serta landai bersama orang terdekat.

Supaya kian nikmat, kalian dapat memandang sunset di Tepi laut Maluk sembari mencicipi hidangan khas wilayah setempat. Tercantum es kelapa muda dengan sirup yang tentu buat kerongkongan fresh.

Walaupun berjarak 30 km dari pusat kabupaten Sumbawa Barat, kawasan Tepi laut Maluk nyatanya lumayan ramai dengan kegiatan warganya. Terlebih, di situ ada penangkaran penyu yang lumayan besar.

Terletak di Kecamatan Jereweh, tidak sangat jauh dari Taliwang, Maluk memiliki tepi laut berpasir putih nan lembut. Jam 06. 30 pagi aku telah tiba objek wisata ini. Nama tepi laut dalam huruf besar berjajar di bagian depan, menyongsong turis. Sepagi itu jajaran warung masih belum buka.

Tepi laut yang diapit 2 bukit itu sepi dikala pagi kala aku mencecap cahaya mentari yang timbul dari balik Bukit Mantun di sisi utara. Menerobos sampai selatan yang dibatasi Bukit Balas. Fresh serta hangat rasanya.

Di tengah teluk, terdapat satu perahu nelayan mengais rezeki. Seseorang laki- laki berdiri di bagian depan dengan sebilah kayu panjang yang dia jam keras ke laut. Warnanya, dia tengah menggiring ikan ke jaringnya. Suara motor perahu serta pukulannya juga memecah keheningan.

eluk yang tenang itu terasa begitu menenteramkan. Tetapi, di salah satu sisinya, nyatanya terdapat pula gulungan ombak yang digandrungi para peselancar. Diketahui bagaikan ombak Luar biasa Suck. Ombaknya menggapai 2 m, cuma tidak hingga tepi tepi laut sebab rusak di Tanjung Ahmad. Jadilah Tepi laut Maluk ini masih dapat dinikmati para peselancar dengan bermain ombak di tengah sedangkan para penikmat tepi laut dapat asik berenang di tepian tepi laut dengan nyaman.

Satu per satu owner warung setelah itu baru membuka pintu. Masih mensterilkan ruang tempat mereka berdagang. Pisang goreng, soto ayam ataupun aneka juice belum ada di meja. Tampaknya, pagi ini aku tidak dapat menikmati makan pagi di mari.

Kenyang dengan hawa fresh laut di tepi laut, saatnya mengisi perut. Kaki melangkah ke luar, tadinya pernah menengok sejenak tempat penangkaran anak penyu yang tidak lagi berperan. Sementara itu tadinya jadi satu perihal yang menarik diperhatikan turis di mari.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *