Pengertian Metagenesis

Hasil gambar untuk metagenisis tumbuhan

Definisi metagenesis adalah pertukaran generasional antara reproduksi seksual dan reproduksi aseksual.

Pengertian metagenesis ini bisa atau bisa juga kita katakan sebagai rotasi cara perbanyakan makhluk hidup antara seksual (kawin) dan tidak menikah (aseksual).

Lata metagenesis merupakan sebuah istilah yang digunakan untuk dapat atau dapat menerangkan, perubahan yang terjadi pada makhluk hidup dalam kehidupan, yang terjadi dua cara reproduksi dalam siklus hidupnya. Dua cara reproduksi adalah melalui perkawinan (seksual) dan juga aseksual (tidak menikah) serta membentuk spora.

Definisi metagenesis kompleks adalah perubahan bentuk diploid multiseluler dan haploid dalam siklus hidup suatu organisme, terlepas dari apakah organisme itu hidup bebas atau menjajah.

Dengan pemahaman metagenesis di atas, banyak perdebatan telah terjadi di antara para peneliti mengenai metagenesis yang terjadi pada hewan multisel.

Salah satu contoh Cnidaria, Cnidaria di beberapa buku sekolah menengah dan menengah, dijelaskan sebagai contoh metagenesis pada hewan, tetapi ketika menggunakan pemahaman metagenesis yang dijelaskan di atas, ternyata fase seksual dan aseksual Cnidaria adalah diploid.

Maka itu tidak disebut metagenesis tetapi itu disebut heterogami.

Contoh Metagenesis

Contoh metagenesis pada hewan terjadi pada Ubur-ubur (Aurelia), Cnidaria (meskipun masih ada perdebatan tentang apakah mereka adalah contoh metagenesis atau tidak).

Metagenesis Ubur-ubur

Ubur-ubur (Scyphozoa) termasuk dalam Cnidaria fillum yang berarti hewan yang memiliki jarum menyengat.

Ubur-ubur ini ditemukan di hampir semua lautan di dunia. Tercatat ada lebih dari 700 jenis ubur-ubur yang tersebar di seluruh perairan dunia

Tahapan metagenesis ubur-ubur adalah sebagai berikut.

Spermatozoid keluar dari lubang mulut medusa jantan dan memasuki usus medusa betina untuk membuahi sel telur.

Hasil pembuahan adalah bahwa zigot akan berkembang menjadi blastula dan kemudian berlanjut menjadi larva bersilia yang disebut planula.

Larva planula dibentuk oleh fertilisasi eksternal dan akan menetap di substrat dalam bentuk polypoid dan dikenal sebagai scyphistoma.

Planula tumbuh dan menjadi polip, kemudian polip ini bereproduksi secara aseksual dan membentuk medusa dan sebagainya.

Metagenesis Tanaman Kuku

Tanaman kuku ini memiliki perbedaan dengan tanaman biji lainnya, karena tanaman ini tumbuh dari spora, pelajari secara khusus tentang metagenesis tumbuhan paku, untuk mendapatkan informasinya secara detail.

Tanaman kuku ini termasuk dalam tumbuhan purba dan diperkirakan ditemukan pertama kali pada 360 juta tahun yang lalu.

Tanaman kuku ini umumnya dalam bentuk cormus, artinya memiliki akar, batang dan daun sejati.

Dua fase utama dalam metagenesis pakua homospora adalah fase gametofit haploid (n) dan kemudian fase sporofit diploid (2n).

Berikut ini adalah tahap skematis dari metagenesis kuku homospora dan penjelasannya.

skema-Metagenesis-Tanaman-Kuku

Tumbuhan dewasa membentuk sporangium yang memiliki kromosom 2n atau diploid

Sporangium ini membentuk spora dengan metode meiosis, sehingga spora yang memiliki n set kromosom (haploid) dihasilkan.

Spora sel tunggal ini berkecambah dan juga akan membentuk organ multiseluler, protalus atau protalium yang memiliki seperangkat kromosom haploid dan juga merupakan organisme penghasil gamet pada tanaman kuku (pada fase gametofit).

Dalam protalus (protalium) ada juga 2 jenis organ seks yang juga menghasilkan 2 jenis gamet yang berbeda, termasuk aregonium yang menghasilkan sel telur (telur) dan juga anteridium yang menghasilkan spermatozoid. Protalus menghasilkan gamet dengan pembagian mitosis.

Ovum dan sperma yang merupakan kuku gamet bertemu dan juga membentuk zigot yaitu 2n (diploid) dan pembentukan awal fase sporofit.

Zigot kemudian akan matang menjadi tanaman kuku dan prosesnya akan terulang kembali.

Proses Metagenesis

Proses metagenesis di atas terjadi pada tanaman. Proses metagenesis ini adalah dasar dari metagenesis (ada banyak variasi di masa depan dan juga tergantung pada organisme, seperti lumut dan kuku).

Dua sel gamet haploid tunggal, yang masing-masing berisi n kromosom (haploid), yang setelah bergabung menjadi zygote sel diploid tunggal (sekering untuk membentuk zygote diploid bersel tunggal), yang berisi n pasangan kromosom (2n / diploid).

Zigot diploid kemudian mengalami perkecambahan atau pembelahan dengan proses mitosis, sehingga kromosom dalam sel tetap, yaitu 2n (diploid).

Hasilnya adalah organisme diploid multiseluler yang disebut sporophyte. Disebut sporophyte karena karena ketika dewasa menghasilkan sporophyte).

Pada saat sporophyte dewasa, sporophyte kemudian menghasilkan satu atau lebih sporangia (jika tunggal disebut sporangium).

Sporangium ini adalah organ diploid yang menghasilkan sporosit (diploid sel tunggal).

Proses menghasilkan sporosit dilakukan dengan pembagian meiosis setelah sel spora yang diproduksi secara kromosom akan tetap setengah yaitu hanya n (haploid).

Setelah sel-sel spora tunggal ini (yang haploid / n) mereka berkecambah dengan mitosis sehingga organisme multiseluler akan dibentuk yang disebut gametofit (yaitu orang dewasa yang memproduksi gamet).

Karena metode yang digunakan adalah mitosis, kromosom dalam gametofit harus tetap haploid atau n kromosom.

Pada saat metilofit dewasa, gametofit menghasilkan satu atau lebih gametangi (ketika satu disebut gametangium).

Gametangium adalah organ penghasil gamet haploid pada tanaman. Masing-masing gametangium ini memiliki mekanisme sehingga gamet yang dihasilkan dapat atau dapat mencapai jenis gamet lain untuk dapat bergabung menjadi zigot (dan kembali ke langkah pertama metagenesis).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *